|
|
Bab
29
Menyampaikan
Hajat-hajatnya Kaum Muslimin
Allah Ta'ala
berfirman:
"Dan
lakukanlah perbuatan baik, tentulah engkau semua akan berbahagia." (al-Haj: 77)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Dan apa saja kebaikan yang engkau semua lakukan, maka
sesungguhnya Allah itu Maha mengetahuinya." (al-Baqarah: 215)
245. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahawasanya Rasulullah
s.a.w. bersabda:
"Seorang Muslim itu adalah saudaranya orang Muslim lainnya,
janganlah ia menganiaya saudaranya itu, jangan pula menyerahkannya - kepada
musuh. Barangsiapa memberikan pertolongan pada hajat saudaranya, maka Allah
selalu memberikan pertolongan pada hajat orang itu. Dan barangsiapa
melapangkan kepada seseorang Muslim akan satu kesusahannya, maka Allah akan
melapangkan untuknya satu kesusahan dari sekian banyak kesusahan pada hari
kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi cela seseorang Muslim maka Allah akan
menutupi celanya pada hari kiamat." (Muttafaq 'alaih)
246. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. sabdanya:
"Barangsiapa yang melapangkan suatu kesusahan dari beberapa kesusahan
seseorang Mu'min di dunia, maka Allah akan melapangkan untuknya suatu
kesusahan dari berbagai kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang
memberikan kemudahan kepada seseorang yang kesukaran, maka Allah akan
memberikan kemudahan padanya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang
menutupi cela seseorang Muslim, maka Allah akan menutupi celanya di dunia dan
di akhirat. Allah itu selalu memberikan pertolongan kepada hambaNya, selama
hamba itu suka memberikan pertolongan kepada saudaranya. Barangsiapa yang
menempuh suatu jalan untuk mencari suatu ilmu pengetahuan, maka Allah akan
memudahkan untuknya jalan menuju ke syurga. Tiadalah sesuatu kaum itu
berkumpul dalam sebuah rumah dari rumah-rumah Allah, untuk membacakan kitab
Allah - al-Quran - juga mentadarusnya antara mereka itu – membaca secara
bergantian, melainkan turunlah kepada mereka ketenangan hati, ditutupi oleh
kerahmatan Tuhan, juga diliputi oleh para malaikat dan Allah menyebutkan
mereka itu di kalangan makhluk yang ada di sisinya. Barangsiapa yang
diperlambatkan oleh amalannya sendiri, maka ia tidak akan dipercepatkan oleh
keturunan darahnya - yakni bahawa kebahagiaan itu tergantung pada amalan
seseorang dan bukan kerana darah ningrat atau keturunan." (Riwayat
Muslim)
Keterangan:
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Hadis ini ialah:
(a) Memudahkan ertinya memberi pertolongan. Maka dengan
jelas dalam Hadis ini betapa utamanya memberikan pertolongan untuk
menyampaikan hajat kebutuhan kaum Muslimin, baik yang berupa ilmu
pengetahuan, harta, darjat, nasihat atau menunjukkannya ke arah kebaikan.
Juga pertolongan yang berupa tenaga atau doa yang ditujukan agar saudaranya
seagama itu tercapai maksudnya.
(b) Menempuh jalan ertinya,
baikpun berjalan betul-betul untuk mencari ilmu itu
misalnya pergi ke sekolah, pondok dan lain-lain atau mencari jalan semacam
kiasan, misalnya belajar sendiri menelaah kitab-kitab agama dan lain-lain
sebagainya.
(c) Rumah Allah misalnya masjid, madrasah dan sebagainya.
(d) Orang yang suka melakukan ini
(yakni berkumpul lalu belajar yang tak dimengerti atau
mengajarkan yang sudah diketahui), orang tersebut akan mendapat ketenangan
hati, dilimpahi rahmat Allah, dikerumuni malaikat kerana gembira
melihat orang yang sedemikian itu dan oleh Allah
disebut-sebut akan dimasukkan dalam golongan hambaNya yang sangat
taqarrub (mendekat) dan sangat taat padaNya, seperti para malaikat dan
sekalian Nabi, sebab bangga melihat perbuatan hambaNya yang baik itu dan
mengagumkan sebutannya. Inilah Hadis yang menunjukkan keutamaan membaca
al-Quran secara bersama-sama atau tadarus.
(e) Orang yang sedikit amal kebaikannya, tentu tidak dapat
mencapai tingkat kesempurnaan taqwa hanya dengan menonjol-nonjolkan
keturunannya saja. Allah berfirman:
" Sesungguhnya orang yang termulia di antara engkau
sekalian itu adalah orang yang paling taqwa."
Dan lagi Nabi s.a.w. bersabda:
"Datanglah padaku besok pada hari kiamat dengan amal
perbuatanmu, tidak dengan keturunanmu. Sesungguhnya aku tidak akan dapat
memberikan pertolongan padamu semua dari siksa Allah itu sedikitpun (dengan
membanggakan keturunan-keturunan itu)."
|
|
Catatan pribadi agar tidak hilang untuk dibaca anak cucu dikemudian hari, amin
Minggu, 15 Januari 2017
Terjemah riyadlush-sholihin Bab 29 Menyampaikan Hajat-hajatnya Kaum Muslimin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar