|
|
Bab 28
Menutupi Cela-cela Kaum Muslimin Dan Melarang Untuk
Menyiar-nyiarkannya Tanpa Adanya Dharurat
Allah Ta'ala
berfirman:
"Sesungguhnya
orang-orang
yang suka jikalau keburukan itu merata di kalangan orang-orang yang
beriman, maka orang-orang yang bersikap demikian itu akan memperolehi siksa
yang pedih, baik di dunia mahupun di akhirat."
241. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Tiada seseorang hambapun yang menutupi cela seseorang hamba yang
lainnya di dunia, melainkan ia akan ditutupi celanya oleh Allah pada hari
kiamat." (Riwayat Muslim)
242. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar
Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Setiap ummatku itu dimaafkan, kecuali orang-orang yang
menampak-nampakkan - kejahatannya sendiri. Sesungguhnya setengah dari cara
menampakkan - keburukan sendiri - itu ialah jikalau seseorang melakukan
sesuatu perbuatan di waktu malam, kemudian berpagi-pagi, sedangkan Allah telah
menutupi keburukannya itu, tiba-tiba ia berkata - paginya itu: "Hai
Fulan, saya tadi malam melakukan demikian, demikian." Orang itu
semalam-malaman telah ditutupi oleh Allah celanya, tetapi pagi-pagi ia
membuka tutup Allah yang diberikan kepadanya itu." (Muttafaq 'alaih)
243. Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w. sabdanya:
"Jikalau seseorang Amah - hamba sahaya wanita - itu berzina, kemudian
benar-benar nyata zinanya itu, maka hendaklah ia disebat - sebanyak lima
puluh kali pukulan dengan cemeti - sesuai dengan had yang ditentukan dan
jangan mengolok-oloknya. Kemudian jikalau ia berzina lagi, maka sebatlah pula
sebagai hadnya dan jangan pula diperolok-olokkan. Selanjutnya jikalau ia
berzina untuk ketiga kalinya, maka hendaklah ia dijual saja - dengan
menunjukkan perilakunya yang tercela kepada calon pembelinya - sekalipun
dengan harga sebanding dengan seutas tali dari rambut." (Muttafaq
'alaih)
244. Dari Abu Hurairah r.a. lagi, katanya: "Nabi s.a.w.
didatangi oleh sahabat-sahabatnya dengan membawa seorang lelaki yang telah
minum arak.. kemudian beliau bersabda: "Pukullah ia-sebagai
hadnya." Abu Hurairah berkata: "Di antara kita ada yang memukul
orang itu dengan tangannya, ada pula yang memukulnya dengan terompahnya,
bahkan ada yang memukulnya dengan pakaiannya. Setelah orang itu pergi, lalu
sebahagian orang banyak itu ada yang berkata: "Semoga engkau dihinakan
oleh Allah." Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jangan berkata
demikian itu, janganlah engkau semua memberikan pertolongan kepada syaitan -
untuk menggodanya lagi." (Riwayat Bukhari)
|
|
Catatan pribadi agar tidak hilang untuk dibaca anak cucu dikemudian hari, amin
Minggu, 15 Januari 2017
Terjemah Riyadlush-sholihin Bab 28 Menutupi Cela-cela Kaum Muslimin Dan Melarang Untuk Menyiar-nyiarkannya Tanpa Adanya Dharurat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar